Pola Candlestick Umum Yang Harus Dipahami Setiap Trader Forex

Posted on

Setiap Trader Forex yang mengetahui peran data dalam kesuksesan perdagangan menganggap serius laporan analisis dan grafik. Dari jumlah tersebut, pola grafik adalah salah satu alat yang paling komunikatif secara visual dan mudah dipahami yang dirujuk oleh para pedagang. Penggunaan pola grafik adalah praktik yang diterima secara luas di kalangan pedagang valas.

Sebagai seorang Trader Forex, Anda terus-menerus mencari analitik berkualitas tinggi untuk membantu Anda melihat peluang, mengidentifikasi tren, dan memproyeksikan pergerakan harga. Mampu membaca dan menafsirkan pola grafik memberi Anda keuntungan berbeda saat berdagang.

Pola grafik menyajikan pergerakan harga secara grafis untuk menyampaikan gambaran tren yang jelas untuk memberikan indikasi tingkat harga di masa depan. Dengan menggunakan data berdasarkan kinerja masa lalu, lebih mudah bagi seorang Trader Forex untuk mendapatkan gambaran tentang arah pergerakan harga di masa depan.

Jenis pola Candlestick
Ada tiga jenis pola grafik: pola lanjutan, pola pembalikan, dan pola dua sisi.

Pola lanjutan menunjukkan bahwa tren yang sedang berlangsung akan terus berlanjut.
Pola grafik pembalikan memberi tahu Trader Forex bahwa tren akan berbalik, yaitu, mengubah arahnya.
Pola breakout terjadi ketika aset diperdagangkan dalam kisaran.
Ini adalah beberapa pola grafik utama yang harus diketahui oleh setiap Trader Forex.

Head & Shoulder
Semuanya atas nama!! Bagan ini memiliki paku besar di tengah (kepala) dengan dua paku yang sedikit lebih kecil di kedua sisi (bahu). Swing high dalam pola head and shoulders digunakan untuk memprediksi pembalikan tren.

Level support atau neckline menghubungkan kedua bahu dan penembusan di bawah neckline dianggap sebagai sinyal jual. Garis leher horizontal yang lurus dan miring dapat diterima, meskipun ada kalanya garis leher miring atau kedua bahu tidak sejajar dengan sempurna. Idenya adalah untuk mendeteksi polanya.

Perhitungkan jarak dari bagian atas kepala ke garis leher, yang merupakan harga target. Setelah bahu kanan kembali ke level support, tren turun kemungkinan besar terjadi. Pola pembalikan bullish ke bearish ini dianggap sebagai salah satu pola grafik terbalik yang paling dapat diandalkan.

Jika pola Head and Shoulders terjadi pada saat downtrend, pola yang sama terjadi, namun sebaliknya. Ada tiga ayunan terendah dan polanya disebut pola kepala dan bahu terbalik.

Double Top dan double bottom
Pola pembalikan lain yang digunakan Trader Forex untuk menyoroti pembalikan tren, pola Double Top dan Double Bottom terjadi di sekitar level teknis penting yang menciptakan penghalang besar. Double top memiliki dua swinging peaks atau highs dengan harga yang kira-kira sama, sedangkan pola double bottom memiliki dua swinging lows.

Double Top adalah pola pembalikan bearish di mana harga aset pertama kali mencapai puncaknya, kemudian turun kembali ke level support hanya untuk bergerak ke atas sebelum mundur melawan tren yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *